Sejarah Kerajaan Yunani (Eropa Selatan)

Kita semua pun tentunya pasti mengetahui bahwa salah satu kerajaan terbesar di penjuru dunia ini adalah Kerajaan Yunani dan tentunya sejarah dari kerajaan yunani ini pun cukup menarik untuk anda yang berniat untuk menyimaknya dengan seksama. Secara geografis, letak negara Yunani berada di wilayah yang terbilang cukup strategis yang bergerak di bidang pelayaran yaitu tepatnya mencakup sekitar Laut Tengah.

Dan seperti yang diamati oleh sejumlah ahli terkemuka, penduduk dari negara Yunani ialah merupakan campuran dari bangsa Kaspia dan penduduk asli Yunani yang berprofesi sebagai petani. Sekelompok penduduk Yunani tersebut membangun suatu kelompok kota yang dinamai sebagai Polis. Dan Polis yang sudah terkenal selain Athena dan Thebe ialah Sparta.

Seperti yang diamati, Polis Sparta ialah suatu kota jaman Yunani Kuno yang merupakan Ibukota dari negara Laconia. Bahkan Sparta memerankan kota terpenting Peloponesus yang berlokasi tepat di bagian tepi Sungai Eurotas. Dan diketahui bahwa Kota Sparta ini didirikan oleh sejumlah masyarakat Doria yang berhasil menumbangkan Messenia dan Laconia pada sekitar abad ke-7 SM.

 border=

Sejumlah pihak meyakini bahwa dulunya Sparta merupakan suatu kota yang merupakan pusat keromanan. Akan tetapi setelah sampai pada tahun 600 SM, Sparta lebih berfokus di bidang kemiliteran alias peperangan. Dan perlu digarisbawahi sedikit bahwa sejumlah anak-anak yang berasal dari keluarga yang tergolong Spartiate(penguasa) wajib mengikuti latihan peperangan.

Dibawah tingkatan keluarga militer, terdapat pula tingkatan perioeci (pedagang) dan bahkan tingkatan helot (budak-budak). Golongan yang memiliki kekuasaan penuh dalam bidang hukum maupun bidang sipil hanyalah golongan penguasa atau yang dikenal sebagai Spartiate.

Dan tepatnya pada tahun 480 SM, terjadi suatu peperangan besar, dimana peperangan tersebut dinamakan sebagai Thermopylae. Peperangan Thermopylae ini merupakan peperangan gabungan antara negara sekaligus kota Yunani dan Kerajaan Persia yang berlangsung di kawasan Yunani bagian tengah. Oleh karena itu, tercetuslah sebuah nama yang diyakini cocok untuk mewarnai peperangan tersebut yakni Battle of Thermopylae, seperti yang kita kenal hingga saat ini.

Meskipun Yunani dikatakan kalah jika diukur dari segi jumlah pasukan yang dimiliki, akan tetapi Yunani mampu menahan seluruh pasukan Persia di belahan Thermopylae selama 3 hari berturut turut. Dalam sejarah Yunani, terdapat suatu ambang Yunani Kuno yang berjalan kurang lebih selama 1000 tahun lamanya. Namun, pada akhirnya segala ambang tersebut dipastikan lenyap setelah munculnya agama Kristen.

Kebanyakan ahli terkemuka menyebutkan bahwa kebudayaan yang dianut oleh Yunani merupakan dasar pertama kebudayaan yang dianut oleh Barat. Dan perlu digarisbawahi bahwa wilayah Yunani Kuno bukan hanya terbatas pada kawasan jazirah Yunani Modern, melainkan juga termasuk kawasan lain, diantara lain seperti Siprus, Kepulauan Aegean, Sisilia, Italia bagian selatan, Pantai Aegean, kawasan penduduk yang bertempat tinggal di Illyria, Thrace, Jazirah Iberia, Pantai Colchis serta Taurica.

Diketahui, kebudayaan yang terdapat pada jaman Yunani Kuno memiliki dampak yang cukup besar terutama dalam bidang politik, pendidikan, bahasa, seni, dan ideologi. Tentunya hal ini yang menjadi pendorong bagi Renaisans yang berada tepat di wilayah Eropa Barat.Kemudian, Renaisans tersebut bangkit kembali tepatnya pada abad ke-18 SM dan abad ke-19 SM dengan munculnya jaman Neo Mahakarya yang terdapat di negara Amerika dan negara Eropa.

Pada pertengahan abad ke-4 SM, daerah bagian Yunani membentuk suatu federasi yang dipimpin oleh raja Yunani yakni Alexander the Great atau yang dalam bahasa Indonesia berarti Alexander Agung. Tidak bertahan lama, federasi negara yang dipimpin oleh raja Alexander the Great ini pun akhirnya jatuh ke tangan bangsa Romawi tepatnya pada tahun 146 SM. Di bagian wilayah Ibukota Romawi, didirikan sebuah kota baru yang dinamai dengan Kota Konstantinopel, yang dimana merupakan suatu bentuk penghargaan untuk Kaisar Romawi yakni Konstantin Khloros yang telah berhasil merebut federasi negara milik Yunani dari raja Alexander the Great (Alexander Agung).

Tepatnya pada tahun 1453, Yunani pun kembali jatuh ke tangan Turki dan terpaksa harus bertekuk lutut di bawah kepemimpinan Ottoman Empire selama kurang lebih 400 tahun lamanya. Meskipun bertekuk lutut di bawah kepemimpinan negeri lain, akan tetapi segi agama serta identitas yang dimiliki oleh bangsa Yunani sangatlah kuat dan tetap mampu untuk dipertahankan. Kian hari, pembantaian demi pembantaian pun terus menerus terjadi hingga pada akhirnya tepatnya pada tanggal 25 Maret 1821, Yunani resmi mendapatkan hak kemerdekaannya secara penuh.

Berprofesi sebagai negara baru, Yunani dikatakan hanya mempunyai wilayah kekuasaan yang cukup kecil. Namun seiring waktu berjalan dan jaman pun semakin berkembang, Yunani akhirnya berhasil menguasai sejumlah wilayah yang terbilang cukup besar diantara lain seperti Kepulauan Ionian yang berhasil dikuasai secara penuh pada tahun 1864, Kepulauan Aegean Timur yang berhasil dikuasi secara penuh pada tahun 1931, serta Kepulauan Dodecanese yang berhasil dikuasai secara penuh ketika pasca peperangan besar-besaran pada Perang Dunia II. Dan seperti yang kita ketahui sampai sekarang ini dan tepatnya sejak tahun 1981, Yunani resmi menjadi salah satu anggota dalam perserikatan Uni Eropa dan bahkan juga resmi menggunakan mata uang Euro untuk segala sistem ekonomi dan keuangannya secara penuh.

Sedikit fakta unik mengenai negara Yunani ini ialah negara Yunani memiliki garis pantai terpanjang yang menduduki posisi ke-11 di seluruh penjuru dunia ini, yakni mencakup panjang sekitar 13.676 km atau setara dengan 8.498 mi. Bukan itu saja, melainkan terdapat banyak sekali kepulauan yang jika ditotalkan akan berjumlah sekitar 1.400 pulau, namun yang berpenghuni hanya 227 pulau, diantaranya termasuk Pulau Kreta, Pulau Dodecanese, Pulau Cyclades dan Pulau Ionia. Dan perlu digarisbawahi bahwa 80 persen tanah yang dimiliki oleh Yunani merupakan pegunungan dan gunung tertinggi yang dimiliki oleh Yunani saat ini adalah Gunung Olympus yang mencakup tinggi sekitar 2.917 meter atau setara dengan 9.570 kaki.

Jadi kira kira, begitulah informasi mengenai Sejarah Kerajaan Yunani yang dapat saya suguhkan kepada anda. Semoga artikel informasi ini dapat memberikan manfaat tersendiri bagi anda yang sedang melakukan proses pencarian terhadap sejarah dari kerajaan-kerajaan yang terdapat di Eropa Selatan. Sekian dan Terima kasih.